Mau ngefollow??follow disini !

JADILAH SATU WARNA UNTUK MELENGKAPI WARNA PELANGI

Sabtu minggu aku untukmu




seringkali disetiap kesibukan aku bertanya apakah aku untuknya?
apakah kamu ingat kita?
apakah hanya sekedar status hubungan "Aku punya Pacar" di akhir pekan.
selebih harinya mengaku single dan bebas bertegur sapa dengan perempuan lain.
aku cemburu.
terlebih ada perempuan masa lalumu di satu tempat kerjaanmu.
entah keegoisan apa yang melandaku kala ini.
sepi..
pacarku hanyalah gadget.
setiap pagi, siang, sore, dan malampun selalu sama.
"Pagi sayang, udah bangun? bangun dulu yuk terus solat"
"Siang Sayang, jangan lupa makan yang banyak terus solat"
"Sore sayang, aku udah pulang kerja nih mau langsung kuliah"
"Malem sayang, aku udah pulang nih. aku bobo duluan ya kamu jangan bobo malem-malem"

short messages service yang serupa ia kirimkan keesokan harinya.
tidak ada waktu untuk kita bercerita tentang apa yang terjadi hari itu.
aku benci dan aku bosan.
ini hanya sekedar formalitas hubungan yang aku rasakan.
ingin sekali rasanya aku mematikan handphone hingga sabtu atau malam saja.
tiada kabar kemudian aku lenyap_________
makanya aku lebih memilih untuk bercerita masalahku kepada oranglain daripada kekasihku.

pertemuan kami berdua memanglah singkat.
dengan proses pendekatan yang instan.
dan dengan cara komunikasi yang lancar dan simple.

banyak hari yang ia habiskan untuk bertemu dengan gebetannya dan perempuan masa lalu di tempat kerjaan.
apalah aku? perempuan yang bertemu jika sabtu dan minggu saja.
malahan jarang.
meski ia selalu membantah tetap saja aku cemburu.
sabtu malam ia menyempatkan waktu kerumahku.
dan minggunya ia habiskan waktu untuk tidur seharian dan bermalasan dirumah.
itulah sebabnya aku segan mengganggunya untuk mengajak jalan bersama.

sekali duakalinya kami jalan bersama, harus melalui proses ngambek-ngambekan dulu.
salahkah aku meminta waktu untuk kebersamaan dikala senggang?
aku ingin bukan cuma aku yang mengingat kita
juga kamu.
aku ingin mengenal lebih dan lebih dekat..
tak bisakah kamu membuatku tenang akan hal ini?
menjaga perasaanmu hingga hari pertemuan menjelang?
dan memastikan bahwa salah satu diantara kami baik-baik saja.


salam sayang,
Pelangi Anggita

3 comments:

  1. Teringat ketika masih muda gan... :D

    Salam,
    ►Masyonow.net◄

    ReplyDelete
  2. Alloha mbak..Assalamualaikum...

    Apa yang mbak postingkan, pernah saya alami juga. Saya berada di posisi yang "sibuk". Sebenarnya saya juga merasakan ingin bertemu, bersama dalam suatu waktu. tetapi ada beberapa hal yang membuat justru enggan bertemu. Salah satunya adalah perasaan khawatir timbulnya komunikasi yang menjemukan. Saya berusaha membuat tema komunikasi agar keduanya bisa nyambung dan interaktif, tetapi pasangan saya kurang respond. tetapi kalau saya mempersilakan dia untuk membuat tema, dia juga ogah-ogahan. dia hanya ingin dimanja, atau ingin apa yang dia inginkan harus dituruti, kalau tidak, langsung ngambek. Ngambek bukan ciri orang dewasa. lebih baik merayu daripada ngambek. Ngerayunya harus yang elegan lho.

    Saran saya mbak, sebaiknya cobalah komunikasi bukan sebagai pacar tetapi sebagai sahabat. mungkin intensitas bertemu akan lebih sering. Mbak dan pasangan mbak sebaiknya saling empati, bias bisa merasakan satu sama lain.

    Keep posting mbak

    ReplyDelete
  3. sabar aja mbak,kesibukan dia kan buat masa depannya,kita harus bisa saling pengertian mbak

    ReplyDelete

Karena sesungguhnya Orang yang memberikan Komentar adalah Orang yang bisa menjadi pendengar yang baik.